Air_2
Saat ini kita seolah-olah mempunyai banyak minuman pilihan selain air putih. Diantaranya minuman bersoda atau soft drink. Apakah aman mengkonsumsinya setiap hari?
Minuman bersoda adalah minuman berkarbonasi dengan cara memasukkan karbondioksida bertekanan tinggi. Karbondioksida atau CO2 sendiri merupakan gas alami yang kita keluarkan sewaktu bernapas dan digunakan oleh tumbuh-tumbuhan.
Soda memiliki efek refreshing, ia juga bisa menghambat pertumbuhan mikroba. Minuman soda tidak menyebabkan gangguan pencernaan. Bahkan mengurangi gangguan perut dan sembelit. Minuman soda mengosongkan kantung empedu dengan cepat sehingga mencegah penyakit batu empedu. Meski tidak membahayakan tubuh, meminum minuman bersoda tetap ada batasnya. Logikanya apapun yang berlebihan tentu berakibat buruk bagi kesehatan.
Dibidang medis, air dengan segala daya gunanya berfungsi sebagai terapi pengobatan. Seperti yang telah disinggung dalam ulasan lalu, banyak sekali jenis penyakit yang bisa disembuhkan dengan air.
Air adalah media paling tepat untuk pemulihan cedera. Maka dimanfaatkan gaya apung air yang dapat membuat beban terhadap sendi tubuh berkurang.
Sifat air yang menyerap panas juga ikut andil dalam proses penyembuhan. Suhu air yang hangat akan setara dengan suhu tubuh hingga meningkatkan kelenturan jaringan. Tindakan ini mengurangi rasa nyeri sewaktu latihan sehingga memungkinkan hasil yang optimal.
Dasar utama penggunaan air hangat untuk pengobatan adalah memanfaatkan efek hidrostatik dan hidrodinamik. Air hangat berdampak langsung pada fisiologis tubuh, serta pada pembuluh darah. Suhu hangatnya membuat sirkulasi darah menjadi lancar.
Gaya tekan air menguatkan otot-otot dan ligamen yang mempengaruhi sendi-sendi tubuh. Untuk pasien penderita rematik sangat baik jika diterapi air hangat ini. Latihan ringan dengan berjalan di air juga baik untuk otot jantung dan paru-paru. Jalan diairĀ selama 10-15 menit saja membuat sirkulasi pernapasan menjadi lebih baik.
Terapi air hangat punya beberapa keunggulan, seperti menurunkan rasa nyeri, memperbaiki bentuk tubuh dan meningkatkan kemampuan alat gerak. Bagi pasien stroke akan lebih mudah berjalan di air ketimbang didarat, karena pengaruh daya apung air membuat tubuh jadi lebih ringan.
Namun bagi mereka yang menderita penyakit kulit menular, luka dan sensitif terhadap air sebaiknya tidak menjalani terapi air ini. Juga bagi mereka yang menderita phobia terhadap air.
Semoga kita akan semakin peduli pada keberadaan air di alam ini.
No comments yet.
Leave a Reply
-
Archives
- March 2009 (8)
- February 2009 (19)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


